PROYEK EFISIENSI ENERGI DI INDUSTRI

From the foreword:

“Dewasa ini, lembaga jasa keuangan memiliki peranan yang penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi namun sekaligus mengarahkan dan mewarnai aktifitas berekonomi. Jika dimasa yang lalu parameter kesuksesan LJK hanya pada keuntungan yang bersifat finansial, maka untuk saat ini maupun di masa yang akan datang dinilai tidak memadai. Sebagai contoh, krisis keuangan global pada tahun 2007 telah mendorong dilakukan reformasi sektor keuangan dengan menambahkan parameter kesuksesan berupa kontribusi pada stabilitas sistem keuangan terutama pada area penguatan permodalan dan implementasi good governance. Hal yang sama juga terjadi pada area perubahan iklim, dimana kemajuan ekonomi ternyata harus dibayar mahal dengan perusakan lingkungan yang dampaknya telah dirasakan saat ini, antara lain polusi baik air, udara maupun tanah, bencana banjir dan kekeringan akibat eksploitasi hutan, serta meningkatnya suhu bumi akibat gas rumah kaca. Kondisi ini jika tidak dilakukan upaya pencegahan maka dampaknya akan dirasakan oleh generasi-generasi yang akan datang. Pembangunan ekonomi juga dinilai tidak berhasil mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin, adanya keterbatasan akses jasa keuangan bagi si miskin. Gini Index yang secara umum dijadikan acuan untuk melihat ketimpangan distribusi pendapatan dalam 50 tahun terakhir tidak banyak mengalami perbaikan baik pada negara-negara maju maupun sedang berkembang; perubahan iklim dan pengentasan kemiskinan telah menjadi issue global dan menuntut peran serta seluruh— pelaku ekonomi baik individu dan korporasi disamping pemerintah. Keduanya telah menjadi agenda internasional yang masuk ke dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan PBB pada akhir Maret 2015.”

 

File: PDF
File size: 2mb
Pages: 41

Download File
2017-12-05T11:38:16+00:00 Categories: Energy Conservation, Industry|